Suatu hari, Amin berjalan di luar rumah dan mendapati
seorang lelaki duduk di tepi jalan sambil menangis. “Ada apa, Sahabatku?”,
tanya Amin, “Mengapa engkau menangis?”
“Saya menangis karena saya begitu miskin,” ratap lelaki
itu, “saya tidak punya uang dan dan yang saya punya hanyalah kantong kecil ini.”
“Ahha!”, kata Amin yang segera merampas kantong itu
dan segera berlari secepat mungkin sampai dia hilang dari pandangan.
“Sekarang saya tidak punya apa-apa.”, keluh lelaki
miskin itu, sambil menangis lebih keras saat berjalan dengan susah payah di
jalan menuju ke arah Amin menghilang.
Satu mil kemudian, dia menemukan kantongnya tergeletak
di tengah jalan dan segera hatinya diliputi perasaan riang gembira. “Terima
kasih, ya Allah,” serunya, “saya mendapatkan semua milik saya kembali, alhamdulillah…alhamdulillah.”
“Aneh sekali!” ujar Amin sambil muncul dari semak-semak
di sisi jalan, “betapa mengherankan, kantong yang sama tadi membuatmu menangis,
sekarang membuatmu tertawa.”
***
Kebahagiaan bisa didapatkan tidak hanya dengan
memelihara dan memenuhi keinginan-keinginan kita, tapi bisa juga didapatkan
dengan mengurangi dan melepaskannya.
Sumber : Buku Kaya Tapi Miskin, Penulis Mustamir,
DIVA-press (2008)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar